Hidup dari
hidup-ku, karti seni nafasku, dalam penat alur takdir-ku, menghiasi kertas
putih duniaku. Beri sedikit waktu untuk bersendagurau bersama nama-mu, apa yang
akan ku ceritakan kelak pada-mu bukanlah satu pretensi untuk mendistorsi makna
dari hidup-ku.
Hidup dari
hidup-ku, kabut dalam bingkai alam transidental dapat biaskan tangis jiwa-ku,
tapi langitkan terus biru selama malam belum selimuti cahaya-nya. Alunan nada
syahdu kuatkan tekad- ku untuk terus maju.
Hidup dari hidup-ku,
penjara tanpa terali goyahkan keyakinan-ku, tapi bisikan hati kecil-ku takan
menuruti apapun doktrin dogma mu. Surya takan pernah berdusta berapa kali ia
berputar mengelilingi bukti eksistensi-nya.
Hidup dari
hidup-ku, janji-ku dulu adalah tanggung jawab-ku, berapa kali ku ingat dan
berapa kali ku lupa tuhanlah yang lebih tahu. Sayap di punggungku membentangkan
apa yang menjadi diri pribadi- ku.
By :
Asep Muhamad Ramdhan
Hidup dari
hidup-ku, karti seni nafasku, dalam penat alur takdir-ku, menghiasi kertas
putih duniaku. Beri sedikit waktu untuk bersendagurau bersama nama-mu, apa yang
akan ku ceritakan kelak pada-mu bukanlah satu pretensi untuk mendistorsi makna
dari hidup-ku.
Hidup dari
hidup-ku, kabut dalam bingkai alam transidental dapat biaskan tangis jiwa-ku,
tapi langitkan terus biru selama malam belum selimuti cahaya-nya. Alunan nada
syahdu kuatkan tekad- ku untuk terus maju.
Hidup dari hidup-ku,
penjara tanpa terali goyahkan keyakinan-ku, tapi bisikan hati kecil-ku takan
menuruti apapun doktrin dogma mu. Surya takan pernah berdusta berapa kali ia
berputar mengelilingi bukti eksistensi-nya.
Hidup dari
hidup-ku, janji-ku dulu adalah tanggung jawab-ku, berapa kali ku ingat dan
berapa kali ku lupa tuhanlah yang lebih tahu. Sayap di punggungku membentangkan
apa yang menjadi diri pribadi- ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar