Lima dan lima berubah jadi rasa
manis setelah-nya Sembilan yang ku dapat waktu itu. Beribu tetes air yang
membasahi tubuhpun menjadi terasa hangat tatkala bola hitam putih mengeluarkan
air asin di depan satu nama.
Sirkulasi kecemasan berputar dari
karti yang biasa diperbuat, ingin sekali rasa-nya melontarkan sebuah petuah
dari mulut hitam yang tercipta. Karsa mahkota tersirat dalam benak tuk perbaiki
satu organ yang terbiasa dengan beban organ lain.
Demi gelora perjumpaan antara venus
dan mars yang sesaat lagi akan meregenerasi satu hal yang biasa kita
simbolkan dengan sunrice dan sunset, hangat-nya satu dekapan
lilin kecil yang hiasi langit kelabu Tasikmalaya waktu itu. Rantai pertanyaan
jerat jiwa dalam hidupku akan ada-nya eksistensi penjara tanpa terali dan
paradigma dari satu sel sperma
alam ruh.
Bukan saat-nya berkilah dengan
metode bias hitam jadi kelabu (bermini kata) tapi tampakanlah apa ada-nya.
I REALLY LOVE YOU...
For : I and R
By: Duse Berkarat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar